PROSES PENGOLAHAN HIDROKARBON DI PETROCHINA,TUBAN
Di JOB Pertamina Petrochina hanya memproses crude oil, yang diproses dengan menggunakan separator tiga fase yang memproses pemisahan air dan gas dengan mengurangi kandungan H2S menjadi Crued Oil lalu disalurkan ke FSO.
Crude Oil yang diolah oleh Petrochina berasal dari lapangan Mudi dan Lapangan Sukowati. Dimana lapangan Mudi menghasilkan 33.000 barel liquid dan 30.000 barel air per hari. Jadi crude oil yang di hasilkan sebanyak 3000 barel per hari. Sedangkan di lapangan Sukowati sendiri menghasilkan 25.000 barel crude oil per hari. Sehingga total keseluruhannya sebanyak 28.000 barel crude oil per hari.
Pada pabrik ini proses pengolahannya dilakukan dengan memisahkan air dan gas serta mengurangi kandungan H2S yang bertekanan tinggi dalam gas. Gas H2S tidak berwarna dan sangat beracun, dan dapat mengakibatkan mual dan mata perih. Kandungan H2S sebanyak 2 % atau sekitar 20000 ppm dari total produksi baik minyak dan gas bersifat korosif dan mematikan.
Ciri-ciri gas H2S ini adalah baunya seperti telur busuk, mudah dipecah oleh angin, dan lebih berat dari udara. Di beberapa lokasi tertentu terdapat sensor untuk mendeteksi gas H2S tersebut.. Bila kandungan H2S ± 10 ppm maka sensor akan menyala sedangkan bila kandungan H2S ± 20 ppm maka sensor akan berbunyi,dan bila kandungan H2S ± 50 ppm maka sistem secara otomatis akan men-shutdown proses produksi dan sumur, kemudian bendera merah akan di kibarkan sebagai tanda bahaya.
Pada proses pengolahan, minyak disimpan dalam Reservoar. Adapun tipe Reservoar antara lain :
- Sand
- Karbonat (Tuban)
Agar minyak bisa naik ke permukaan terlebih dahulu harus dibor. Pada proses pengeboran tersebut harus ada :
1. Rig ( menggunakan sistem mekanistik dengan cara memutar pakai mesin,di sini juga harus ada tempat untuk mengontrol semua parameter yang ada atau biasa disebut Control Room ).
2. Discractional Drilling
3. Setelah dibor diberi pipa, tekanan awalnya 200-300 bar.
4. Modal Analisis
5. Metode perhitungannya menggunakan sistem SI,matrix dan British.
6. Untuk mengontrol aliran adalah dengan menggunakan valve ( kran/katup ) dibagi 3 valve yaitu :
- Master valve
- Wind valve
- Secondary valve
7. Wellhead digunakan untuk mengatur aliran
8. Manifold adalah markas perpipaan yang digunakan untuk proses produksi dan tes untuk mengukur produktivitas setiap sumur


dina said,
February 3, 2009 @ 3:48 pm
salam kenal,, aq dina.
mau nanya,, pnya cp petrochina tuban g??
trus prosedur kerja praktek disana kek apa?
thank b4.
btw,, kalo bbisa kirim k email… hehehe
polo said,
February 20, 2009 @ 6:47 am
mau kp di sana ya mbak?
aq gak tw cy nya tp rumahku dekat ma petrochina,rencananya mau kp di sana juga..
———————————————————————————————————–
coba hubungi aja mbak dinanya mas
nih saya kasih emailnya, commadeena@yahoo.co.id
atau bisa menghubungi Bpk Andari HRD nya petrochina klo saya tidak salah
0356811911 atau 7092
Wassalam
polo said,
March 5, 2009 @ 2:53 am
mau nanya nih,dulu hasil kuliah lapangan di petrochina ngambil bagian apa?engineering pa production?
——————————————————————-
Kebetulan kita sedang mengambil kuliah Teknologi Pemrosesan Hidrokarbon mas polo.
nanang said,
April 22, 2009 @ 3:58 am
semoga semakin sering diadakan kuliah lapangan seperti ini. sehingga mahasiswa bisa mengerti benar di lapangan dan tidak kaget dengan dunia kerja yg sebenarnya. saluto !!! btw, siapa yg mengajar tekprod sekarang ? Pak Giono kan udah pensiun?
——————————————————————-
Sebenarnya begitu mas nanang. Jadi semua yang kita pelajari bisa aplikatif. dan sedikit gambaran pengalaman lapangan.
Untuk Pak Giono memang sudah pensiun Mas nanang. Tapi untuk mengajar tetap. Paling jabatan sudah tidak punya lagi.
Thanks mas nanang
Wassalam,Rahmat L24
loekman said,
October 13, 2009 @ 11:39 am
mau nanya nih
kalo mw kerja praktek gimana y prosedurny??
thanks
rahmat riski said,
October 14, 2009 @ 10:19 am
Terima kasih mas loekman…
Pengalaman saya….prosedurnya adalah mengajukan proposal kerja praktek ke perusahaan yang kita akan tuju….proposal langsung ditujukan ke HRD (Human resouce development)…..
Wassalam…
albert said,
November 10, 2009 @ 3:34 am
maaf mau tnya..
q pngn tau sejarah ttg job ppej.bisa d jelasin?
oy,dalam separator 3 fasa hal2 yg perlu dperhatikan ap saja?
q jg ingn KP dsna..apkah sblmnya qt harus mnghub pihak job ppej atau lgsg kirim proposal?
thx sebelumnya..
rahmat riski said,
November 11, 2009 @ 3:59 pm
Mas Albert, terkait sejarah petrochina saya kirim ke email mas albert saja, karena terlalu panjang…..
Menurut referensi yang saya baca (surface production operations ) :
pada separator tiga fase disamping gas dipisahkan dari liquida, liquida itu sendiri dipisahkan dalam bentuk minyak dan air. Jenis separator tiga fase ini juga disebut dengan Free Water Knockout (FKWO), karena separator ini sekaligus didesain untuk memisahkan air bebas minyak dan emulsi, dan gas bebas liquid, meskipun tidak betul-betul murni. Pemilihan jenis separator ini tergantung pada karakteristik sumur. Jika jumlah air yang terkandung dalam minyak murni besar dan tekanan pada sumur tinggi, hal ini memungkinkan bahwa ukuran separator dapat mengurangi tekanan pada separator sehingga digunakan separator tiga fase.
Kemudian, terkait kerja praktek …
Bisa langsung kirimkan proposal…yg penting alamat yang dituju jelas…contact HRD penting…utk mengklarifikasi proposal sdh diproses sampai kemana..yg tdk kalah penting juga, kiranya kita punya relasi atau link di tempat dimana kita akan KP…
Saya kira demikian mas albert…..Maaf Kiranya ada kekurangan
Wassalam, Rahmat Riski
bara said,
November 16, 2009 @ 1:57 am
aslm. mas mau tanya nih…
pipa pengirim minyak dari lap.sukowati ke tuban panjangnya brp, diameternya brp?
tekanan alir mulai dari sukowati brp (psi), sampai di tuban brp (psi)?
oya fluida yang mengalir brp fasa ?
maaf nih banyak tanya, coz saya mo coba TA di sana.
terima kasih sebelumnya…
rahmat riski said,
November 16, 2009 @ 2:40 pm
Wa’alaikumsalam mas Bara
Mungkin saya g bs ksh banyak informasi terkai ini. tapi saya sampaikan menurut informasi yg saya dapat dr rekan saya yg pernah langsung kerja praktek disana.
Petrochina (Lap. Mudi – Sukowati )
Menyalurkan Fluida Hidrokarbon (Oil, Gas, and Water)
CPA – menyalurkan Crude Oil menuju palang kemudian disalurkan ke FSO (Floating Storage Offloading) Cinta NatoMas Sepanjang 20 Km dari tuban.
1. Mudi pad A-CPA (Sepanjang 3500m)
2. Mudi pad C-CPA (Sepanjang 2500m)
3. Sukowati A-CPA (Sepanjang 9700m)
4. Sukowati B-CPA (Sepanjang 11000)
5. CPA-Palang (Sepanjang 3700m)
6. Palang – Palang (20000m atau 20km)
Temperatur 250 F
Diameter Pipa 10,75 in
NPS 10 in
kecuali Utk CPA-palang menggunakan diameter pipa 8,625 in
Tekanan Alirnya 1350 psi..
Ini yg bs saya berikan mas bara
Wassalam, Rahmat Riski
Fahmi said,
November 23, 2009 @ 2:02 am
mas,,emang dari tahun ke tahun matkul pemrosesan hidrokarbon pastu kulapnya di Petrocina ya…? sepertinya tahun ini ke petrocina lagi deh….
rahmat riski said,
November 23, 2009 @ 5:35 am
G kok mi, tahun kemaren nyatanya g ada……ya ndak maslah sih klo mau ke petrochina lagi……tapi coba cari referensi lain, mungkin HESS Gresik, yg lebih dekat.